4 Anda baru saya membuat akun di blogger.com, selanjutnya silahkan klik Tombol Buat blog, lalu isi Judul Blog, alamat blog, sesuai dengan keinginan anda, setelah semuanya benar lalu klik lanjutkan. silahkan pilih template standar yang sudah disediakan. dalam beberapa saat blog anda pun sudah jadi dengan judul dan url yang anda tentukan tadi. BudayaKorea (Bahasa Korea: 한국의 문화 Hanguk-eui munhwa) ialah warisan budaya dan sejarah bersama tanah Korea dan selatan Manchuria.Sebagai salah satu budaya berterusan tertua di dunia, orang Korea telah menyampaikan kisah tradisional mereka dengan pelbagai cara. Sejak pertengahan abad ke-20, Korea telah berpecah antara negara Korea Utara dan Selatan, sehingga hari ini menimbulkan Musikistana disebut juga dengan istilah jeong-ak atau musik yang pantas. Musik istana di dibagi menjadi 2 jenis sejak zaman kerajaan Silla, yakni hyang-ak dan tang-ak. Hyang-ak adalah musik asli Korea dan tang-ak adalah musik Cina yang berasal dari Dinasti Tang. Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd Hỗ Trợ Nợ Xấu. 0% found this document useful 0 votes132 views23 pagesOriginal TitleBiografi © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes132 views23 pagesBiografi KonfusiusOriginal TitleBiografi to Page You are on page 1of 23 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 9 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 13 to 21 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Peradaban Cina Kuno berkembang di kawasan lembah Sungai Hwang Ho sekarang Huang He. Sungai tersebut berhulu di Pegunungan Kwen Lun di Tibet dan bermuara di Laut Kuning. Sungai Hwang Ho disebut juga Sungai Kuning, hal itu disebabkan oleh endapan lumpur sehingga airnya berwarna lumpur itulah, lembah di sepanjang Sungai Hwang Ho menjadi subur. Di Cina terdapat dua sungai besar, yaitu Sungai Hwang Ho dan Sungai Yang Tse Kiang sekarang bernama Chang Jiang. Di daerah-daerah inilah pertama kalinya tumbuh kebudayaan Cina, tetapi pada kenyataannya kebudayaan Cina hanya tumbuh di daerah lembah Sungai Hwang Cina Kuno telah menguasai pertanian di lembah Sungai Hwang Ho sejak 5000 SM. Di tempat itu, mereka bertanam padi, kacang, buah-buahan, dan sayur-mayur. Kebudayaan bertani itu dikenal dengan sebutan kebudayaan mengenal kebudayaan bertani, masyarakat Cina Kuno memasuki masa kerajaan. Sejak tahun 2250 SM, Cina Kuno diperintah oleh beberapa dinasti. Saat itu menandai awal peradaban Cina Kuno yang menghasilkan sejumlah peninggalan yang menakjubkan IsiPemerintahan Cina Kuno1. Sistem Pemerintahan Feodal2. Sistem Pemerintahan UnitarisDinasti Peradaban Cina Kuno1. Dinasti Hsia2. Dinasti Shang3. Dinasti Chou4. Dinasti Chin5. Dinasti Han6. Dinasti Tang7. Dinasti Sung8. Dinasti Mongol Yuan9. Dinasti Ming10. Dinasti ManchuKehidupan EkonomiSistem KepercayaanFilsafat Cina KunoKebudayaan1. Seni Sastra2. Seni BangunanPeninggalan Peradaban CinaPemerintahan Cina KunoDalam perjalanan sejarah, ada dua macam sistem pemerintahan yang pernah dianut dalam kehidupan kenegaraan Cina Kuno. Berikut dua macam sistem pemerintahan yang pernah dianut dalam kehidupan kenegaraan Cina Sistem Pemerintahan FeodalDalam sistem ini kaisar tidak menangani langsung urusan kenegaraan, kedudukan kaisar dianggap sakral dan kaisar dihormati sebagai utusan atau bahkan anak dewa langit. Oleh karena itu, kaisah tidak layak mengurusi politik Cina Sistem Pemerintahan UnitarisDalam sistem ini kaisar berkuasa mutlak dalam memerintah. Kekuasaan negara berpusat di tangan kaisar. Oleh karena itu, kaisar boleh ikut campur tangan dalam segala urusan politik Peradaban Cina KunoRaja-Raja Dinasti Cina KunoSejarah pemerintahan negeri Cina ditandai dengan pemerintahan dinasti yang bergantian dan masing-masing dinasti memiliki ciri tersendiri. Dinasti-dinasti yang pernah berkuasa pada zaman Cina Kuno antara lain sebagai Dinasti HsiaDinasti Hsia merupakan dinasti pertama dan tertua dalam sejarah Cina. Dinasti ini termasuk ke dalam zaman protosejarah Cina karena tidak meninggalkan bukti Dinasti ShangDinasti Shang merupakan dinasti di Cina yang mengawali pemerintahan Cina Kuno yang berbentuk kerajaan. Pendiri dinasti ini adalah Kaisar Chengtang. Dalam menjalankan pemerintahannya kaisar dibantu oleh para peramal yang ikut menentukan segala kebijakan Dinasti ChouDinasti Chou didirikan oleh tiga serangkai, yaitu Raja Wu, Raja Wen, dan Pangeran Chou. Pada zaman dinasti Chou muncul tokoh-tokoh filsafat ternama Cina seperti Lao Tse, Kung Fu Tse, dan Meng Tse. Masa pemerintahan dinasti Chou berakhir setelah dinasti Chin mengambil alih Dinasti ChinDinasti ChinDinasti Chin didirikan oleh pangeran yang bernama Shih Huang-Ti. Ia adalah kaisar pertama yang berhasil mempersatukan seluruh wilayah Cina Kuno. Nama “Cina” diambil dari nama dinasti tersebut. Dalam rangka menyatukan Cina, Shih Huang-Ti mengganti sistem feodalisme dengan kecil dihapus dan dijadikan semacan provinsi. Semua vasal ditarik ke ibu kota Xian dan diganti dengan administrator yang langsung bertanggung jawab kepada kaisar. Untuk semua wilayah kerajaan diberlakukan undang-undang yang Shih Huang-Ti memerintah Cina dengan kekuatan tangan besi. Kaisah Shih Huang-Ti menyingkirkan orang-orang yang tidak sepaham dengannya. Di samping itu, kaisar juga melarang buku-buku dalam rangka melenyapkan kritik dan meneguhkan kekuasannya. Sifat tangan besinya itu, juga tampak dalam pembangunan Tembok Besar Cina untuk membendung serangan dari bangsa Barbar bangsa Hsiung Nu.Tembok Besar Cina The Great Wall of China memiliki panjang km dan tinggi 16 bertangan besi, Kaisar Shih Huang-Ti berjasa besar bagi peradaban Cina Kuno. Jasa-jasa Kaisar Shih Huang-Ti di antaranya memperbarui dan memberlakukan satu undang-undang untuk seluruh Cina, membakukan sistem ukuran dan tulisan, serta menyamakan satu jenis mata uang koin sehingga berlaku di seluruh berikutnya dair dinasti Chin tidak setangguh Shih Huang-Ti. Kelemahan pemerintahan pusat saat itu menyulut pemberontakan dan kemelut politik. Masa pemerintahan dinasti Chin berakhir setelah dinasti Han mengambil alih Dinasti HanDinasti Han didirikan oleh Liu-Bang setelah naik takhta bergelar Han Kao Tsu. Pusat pemerintahan dinasti Ham adalah Chang-an. Mencapai masa kejayaan pada masa pemerintahan Kaisar Han Wu Ti. Kerajaan Cina meliputi Asia Tengah, Korea, Manchuria Selatan, Anam, dan Sinkiang. Pada masa ini dibangun jalan sutra, yaitu jalan yang menghubungkan Cina dengan Asia Tengah, Kashmir, bahkan sampai ke Asia barat bertemu dengan jalur Kaisar Han Wu Ti meninggal pada tahun 87 M, dinasti Han mengalami kemunduran dan akhirnya runtuh pada tahun 221 M. Lebih dari tiga abad negeri Cina terbagi menjadi kerajaan-kerajaan kecil. Pada abad ke-7 M Cina berhasil dipersatukan kembali di bawah dinasti Dinasti TangDinasti Tang merupakan salah satu dinasti terpenting di negeri Cina. Dinasti Tang didirikan oleh Li Shih Minh, yang terkenal dengan nama Kaisar Tang Tai Tsung. Ibu kota dinasti Tang ini, kesenian dan kebudayaan berkembang pesat. Pada bidang syair dan seni lukis terdapat seniman yang terkenal, seperti Li Tao Po, Tu Fu, dan Wang Kaisar Tang Tai Sung yang menarik perhatian rakyatnya adalah sebagai berikut. Dikeluarkannya undang-undang yang mengatur pembagian tanah. Membuat peraturan-peraturan pajak. Membagi kerajaan Cina menjadi sepuluh abad ke-10 M, dinatsi Tang runtuh dan negeri Cina kembali mengalami kekacauan. Kekacauan ini baru berhasil diatasi pada tahun 960 M untuk selanjutnya berdiri dinasti Dinasti SungDinasti Sung Utara, pusat pemerintahannya berada di Chang-an. Sedangkan masa Sung Selatan, pusat pemerintahannya di Nanking. Kaisar terbesar pada dinasti ini adalah Sung Fen Dinasti Mongol YuanDinati Mongol atau Yuan didirikan oleh Kubilai Khan yang berasal dari Mongolia. Oleh karena itu, dinasti ini dianggap sebagai pemerintahan asing. Ibu kota pemerintahann dinati Yuan berada di Dinasti MingDinasti MingPada masa ini Cina diperintah oleh bangsa sendiri dengan ibu kota pemerintahan di Nanking. Dinasti Ming ini merupakan pemerintahan nasional yang timbul sebagai raksi atas pemerintahan asing Mongol. Pendiri dinasti Ming adalah Chu Yun Cheng yang bergelar Ming Tai yang terkenal pada dinasti Ming adalah Ming Cheng Tsu, yang lebih terkenal dengan nama Yung Lo. Pada masa Yung Lo ini, ibu kota kerajaan dipindahkan dari Nanking ke Peking. Yung Lo juga mengirimkan ekspedisi-ekspesidi ke seberang lautan di bawah pimpinan Laksamana Cheng Dinasti ManchuDinasti Manchu merupakan dinasti terakhir di Cina dan merupakan dinasti asing karena berasal dari Manchuria bangsa Manchuria berhasil meruntuhkan dinasti Ming. Dinasti Manchu mencapai masa kejayaan pada masa pemerintahan Kaisar Kang Hsi dan Kaisar Chien Lung. Pada tahun 1911 terjadi Revolusi Cina di bawah pimpinan Sun Yat Sen yang berhasil menggulingkan kekuasaan Manchu, kemudian berdiri Republik Cina dengan presidennya Sun Yat Sen,Kehidupan EkonomiPerekonomian peradaban Cina Kuno menitikberatkan pada sektor pertanian yang berada di lembah Sungai Hwang Ho dan Yang Tse. hasil pertanian antara lain padi, gandum, kedelai, sayuran, dan buah-buahan. Para kaisar Cina sangat memperhatikan perkembangan perdagangan. Pada kaisar membangun berbagai jalan raya dan pusat-pusat kaisar juga menetapkan mata uang tunggal sebagai alat tukar dalam perdagangan. Kaisar Cina pada masa dinasti Han membangun jalur sutra yang menghubungkan rute perdagangan Cina-Romawi. Jalur tersebut disebut jalur sutra karenna komoditas utama yang diperdagangkan bangsa Cina adalah kain sutra. Adanya jalur sutra tersebut mampu meningkatkan kegiatan perdagangan KepercayaanSelain menyembah dewa-dewi, masyarakat Cina Kuno juga menyembah roh para leluhur. Menurut kepercayaan Cina Kuno, berbagai peristiwa yang terjadi di dunia ini merupakan kehendak dari para dewa. Peristiwa-peristiwa itu mereka catat menjadi suatu kumpulan berupa buku yang disebut laki-laki dalam masyarakat Cina Kuno mempunyai kedudukan istimewa. Hal itu karena pemujaan terhadap roh para leluhur ini dilakukan dengan upacara tertentu. Dewa-dewa yang dipuja oleh masyarakat Cina Kuno pada saat itu adalah Shang-Ti dewa langit sekaligus dewa tertinggi, Feng-Pa dewa angin, Lei-Shih dewa badai yang digambarkan sebagai naga besar, dan Tai-Shan dewa penguasa bukit suci.Filsafat Cina KunoKung Fu TseMasyarakat Cina Kuno memiliki kehidupan dan tradisi yang unik. Tradisi itu terlihat dalam perilaku sehari-hari dan kegiatan keagamaan. Tokoh yang berjasa dalam membangun tradisi itu adalah Kung Fu Tse, Lao Tse, dan Meng Tse. Ajaran filsafat mereka menjadi landasan tradisi Cina kuno yang tetap berlaku dan dianut oleh masyarakat Cina sampai Kung Fu Tse dikenal sebagai konfusianisme. Pokok-pokok aharannya terletak pada li, ren, dan i. Li adalah adat istiadat, ren adalah perikemanusiaan, dan i adalah perikeadilan. Menurut Kung Fu Tse, apabila masyarakat memegang teguh li, ren, dan i, masyarakat akan hidup tenteram dan Lao Tse dikenal sebagai taoisme, yang tertulis dalam buku Tai Te-Ching. Inti ajaran taousme adalah sebagai berikut. Adanya semangat keadilan dan kesejahteraan bernama tao. Orang tidak boleh mengekang jalannya alam. Supaya orang mau menerima nasib, seperti suka, bahagia, dan Besar ChinaKebudayaan pada masa peradaban Cina Kuno dibedakan menjadi 2, yaitu seni sastra dan seni bangunan. Berikut masing-masing penjelasan dan Seni SastraPada zaman Cina Kuno, perkembangan seni sastra tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan tulisan. Pada awalnya huruf Cina dibuat dengan sangat sederhana, yaitu satu lambang menunjukkan satu ini ditulis pada kulit-kulit atau bambu. Baru pada masa kekuasaan dinasti HAn ditemukan kertas sehingga karya sastra mengalami perkembangan yang sangat pesat di Cina. Szema Tzien seorang pujangga pada zaman dinasti Han telah mengarang kitab sejarah dari masa sejak zaman purba sampai dengan masa pemerintahan Kaisar Han Wu Seni Bangunan The Great Wall of China Tembok Besar Cina, adalah tembok raksasa yang dibangun dalam waktu 18 abad. dan selesai pada masa kekuasaan dinasti ming. Bangunan Kuil, adalah bangunan suci tempat pemujaan para dewa. Kuil di Cina adalah kuil dewa Beijingg. Kuil ini terbuat dari batu pualam yang dikelilingi oleh tiga pelataran yang indah dan di bagian tengah terdapat tangga yang terbuat dari batu pualam pilihan dan atap bangunan dibuat berlapis tiga. Menurut kepercayaan masyarakat Cina, tangga ini merupakan tangga untuk roh-roh leluhur. Istana, istana kaisar atau raja Cina dibangun dengan sangat megah dan indah dengan tujuan sebagai tanda penghormatan terhadap kaisar atau raja. Rakyat Cina sangat menghormati kaisar karena dipandang sebagai penjelmaan para dewa sehingga kemegahan istana tidak jauh berbeda dengan kemegahan kuil tempat pemujaan para Peradaban CinaCina merupakan salah satu pusat peradaban dunia kuno yang banyak memberikan sumbangan bagi kemajuan pengetahuan dan teknologi. Berikut beberpa hasil kebudayaan Cina Kuno yang masih digunakan hingga saat ini. Kain sutra. Bangsa Cina merupakan penemu kain sutra. Kertas. Bangsa Cina merupakan penemu kertas. Teknologi kertas telah digunakan oleh masyarakat dunia untuk berbagai keperluan. Aksara Cina Hanzi. Aksara Cina saat ini digunakan oleh banyak negara dan bangsa dalam budaya tulis-menulis. Negara yang mengadopsi aksara Cina antara lain Jepang Kanji, Korea Hanja, dan Vietnam Han Tu. Filsafat Cina. Beberapa ajaran filsafat Cina dari Lao Tse, Kong Fu Tse, dan Meng Tse telah memengaruhi kehidupan masyarakat dunia. Kitab Seni Perang Sun Tze The Art of War Sun Tzu. Kitab ini sangat populer dalam bidang kemiliteran karena berisi informasi tentang berbagai strategi perang. Bubuk mesiu. Penemuan bubuk mesiu telah mengubah teknologi persenjataan itulah artikel lengkap mengenai peradaban Cina Kuno yang cukup berjasa besar dalam perkembangan dunia. Jika peradaban Cina tidak ada mungkin dunia tidak akan semaju seperti sekarang ini. Demikian artikel lengkap tentang peradaban dunia dan semoga bermanfaat. Baca juga Peradaban Mesopotamia Dhea Alvionita Rezha/ Kung Fu-tzu dalam bahasa Tionghoa, sedangkan orang-orang barat menyebutnya Konfitsius[1]. Kung Fu-tze yang artinya "Sang Suhu Kung". Sedangkan nama aslinya adalah Kong Chiu. Kong merupakan nama marga atau nama keluarga, sedangkan namanya sendiri adalah Chiu artinya bukit. Kung Fu-tzu adalah seorang tokoh filsafat Cina yang merupakan orang pertama pengembang sistem memadukan alam pikiran dan kepercayaan orang Cina yang paling mendasar[2]. Kung Fu-tze dilahirkan pada abad ke 6 SM yaitu pada tanggal 27 September 551 SM didesa Chiang Phing, di Qufu negara feodal Lu provinsi Shantung, yaitu pada masa pemerintahan dinasti Chou dan menghabiskan besar hidupnya di wilayah pesisir utara-tengah Cina. Di dalam tubuhnya mengalir darah biru dan ia merupakan keturunan langsung dari penguasa dinasti Shang. Kung Fu-tze adalah seorang guru, editor, politisi, dan filsuf Cina Musim Semi dan Musim Gugur periode sejarah Cina. Konfusius merupakan anak laki-laki pertama dari pasangan Shu Liang-ho yang merupakan seorang pejaba militer rendahan di negara Lu, dengan Yan Zheng-zai yang berasal dari keluarga Yen yang tinggal di daerah Song. Ayahnya telah berusia 70 tahun ketika Konfusius dilahirkan.[3] Gelar-gelar yang pernah diberikan kepada Kung Fu-tzu, yaitu Ni Fu Bapak Yang Mulia Ni oleh Raja Lu Ai Gong; Cheng Xuan Ni Gong Pangeran Ni Yang Sempurna dan Cerah Bathin oleh Kaisar dinasti HanHan Pin Di, Wen Sheng Ni Fu Yang Mulia Bapak Ni Nabi Yang Menyeluruh Sempurna; Da Cheng Zhi Sheng, Wen Xuan Xian Shi Kong Zi Kongzi Guru Purba Yang Cerah Menyeluruh, Nabi Agung Yang Besar Sempurna oleh Kaisar Shun Zhi; Tian Zhi Mu Duo Genta Rohani Tuhan, Zhi Cheng Yang Sempurna Iman, Zhi Cheng Nabi Agung, Ji Da Cheng Nabi Yang Lengkap Besar dan Sempurna didalam Kitab Shi Shu; Bo Yi Nabi Kesucian, Yi Yin Nabi kewajiban, Liu Xia Hui Nabi Keharmonisan, Kongzi Nabi Segala Masa dalam Kitab Mengzi 5B1/5.[4] Masa muda Ketika konfusius berumur 3 tahun, ayahnya Shu Liang-ho meninggal dunia dan dikuburkan di Fang shan yang terletak di Lu bagian timur. Sejak saat itulah Konfusius dibesarkan dan dididik oleh ibunya. Ketika masih berusia 6 tahun, Konfusis sering bermain upacara mempersembahkan kurban kepada leluhur. Ketertarikannya pada permainan tersebut, berawal ketika ibunya memberikan ijin untuk melihat langsung upacara persembahan kurban yang diadakan di ibukota Lu. Sepulang dari sana, ia langsung menirukan apa yang dilakukan oleh pemimpin upacara persembahan kurban ketika menjalankan tugasnya. Ia mendapakatkan pendidikan dan pegajaran yang pertama dari ibunya sendiri. Meskipun demikian, dengan kecerdasannya dan dibarengi oleh kedisiplinan yang diterapkan oleh ibunya, kemampuan berfikir dan kecerdasannya berkembang baik. Ibunya mengajarkan enam pelajaran pokok yang meliputi ritual, musik, memanah, mengendarai kereta perang, berhitung dan menulis kaligrafi Cina. Ia hanya dapat menguasai dengan baik empat mata pelajaran saja yaitu ritual, musik, menulis kaligrafi Cina dan dua mata pelajaran lain yng kurang begitu ia kuasai adalah memanah dan mengendarai kereta perang. Selain itu ia juga belajar enam kitab klasik yaitu kitab lagu-lagu dari jaman kuno, kitab Sejarah, kitab Ritual, kitab Music, dan Yi Ching, serta Risalah Musim Semi dan Musim Gugur yang kemudian ia perbaruhi dan redaksi ulang di usia tuanya. Kemudian konfusius dimasukkan ibunya ke sekolah negeri. Namun hanya berlangsung tiga tahun, karena Konfusius kecil merasa kurang mendapatkan pelajaran yang sesuai dengan kecerdasannya. Hal ini terjadi karena baginya pelajaran disekolah tersebut terlalu mudah sehingga merasa bahwa di situ ia kurang bisa berkembang. Karena itu ibunya membawa Konfusius kecil kepaada kakeknya untuk mendapat pelajaran tambahan. Konfusius menghabiskan masa remajanya dengan belajar. Pada usia 15 tahun dia telah memiliki semangat belajar yang luar biasa. Tingkat kemampuan Konfusius makin berkembang karena disitulah ia dapat menyempurnakan pelajaran enam mata pelajaran pokok dan enam kitab klasik.[5] Masa Dewasa Ketika berusia 19 tahun, Konfusius menikah dengan seorang perempuan dari keluarga Jian Guan yang tinggal di Song yang bernama Qi Guan. Setahun setelah mereka menikah, mereka dikaruniai seorang ana yang diberi nama Li Bo Yu. Pada saat kelahiran anaknya seorang bangsawan di Lu bernama Chao datang ,mengunjunginya dan memberinya sepasang ikan Gurame. Kemudian anaknya tersebut ia beri nama Li Boyu. Li yang artinya ikan, sedangkan Bo Yu artinya gurami. Selain itu ia juga memiliki satu orang anak perempuan bernama Kong Rao dan seorang anak laki-laki bernama Kong Li.[6] Setelah menikah yaitu ketika berusia 20 tahun, ia bekerja sebagai pejabat rendahan di kota Cheng di bawah keluarga Mengsun Xie sebagai seorang penjaga lumbung gandum dan merangkap sebagai petugas penarik pajak hasil bumi. Selama menjalankan tugasnya, ia membuat berbagai macam perbaikan yang dianggap perlu. Diantaranya adalah sistem penarikan pajak hasil bumi. Telah menjadi rahasia umum bahwa pada masa itu, seorang penarik pajak dipandang sebagai orang korup. Perbaikan yang dibuatnya adalah dengan memberikan pengurangan jumlah hasil bumi dan hukuman bagi yang terlambat menyetorkannya. Mereka yang mebayar sebelum tanggal yang ditetapkan akan mendapat potongan sebesar 10 % , bagi yang membayar tepat waktu mendapat potongan sebesar 5%, bagi yang terlambat harus menyetor 10% lebih banyak dari yang seharusnya, sementara mereka yang menolak membayar pajak maka tanahnya akan diambil dan diserahkan pada orang lain untuk diola, dan jika seseorrang tidak mampu membayar karena gagal panen maka orang tersebut harus membuat laporan secepatnya dan mengajukan permohonan agar dibebaskan dari pembayaran pajak. Dengan adanya perbaikan itu, pembayaran pajak berlangsung dengan lancar dan orang merasa tidak terbebani. Hal ini membuat Mengsun Xii merasa puas dan merasa terbantu. Setahun kemudian Konfusius dipercaya untuk bekerja sebagai pejabat rendahan yang bertanggung jawab atas pertanian dan peternakan. Di usia yang ke 22, konfusius memutuskan untuk menjadi guru. Tanpa ragu, ia menggunakan tempat tinggalnya sebagai tempat untuk mengajar anak-anak muda yang ingin belajar kebijaksanaan klasik darinya. Ia tidak menolak berapa pun uang yang diberikan oleh para murid sebagai penghargaan atas pengajaran yang diberikannya. Ia selalu menetapkan standar yang tinggi terhadap setiap muridnya. Semakin hari jumlah muridnya semakin bertambah, bahkan hingga mencapai 3000 orang. Ajarannya biasa disebut lit Chia Kung Chia, orang banyak menyebutnya dengan Knfusianisme. Pokok ajarannya terletak pada Li, Ren, dan I. Jika masyarakat telah memegang teguh Li, Ren dan I, maka dunia akan damai. Li adalah adat istiadat. Ren adalah peri kemanusiaan. Dan I adalah peri keadilan[7]. Pada usia 24 tahun, Ibu Konfusius meninggal dunia pada 527 SM, hal ini tentu membawa kesedihan yang sangat mendalam baginya. Konfusius ingin menguburkan jenazah ibunya satu liang lahat dengan makam ayahnya seturut tradisi leluhurnya yang masih keluarga bangsawan pada masa Dinasti Shang. Tetapi, ia tidak mengetahui dimana ayahnya di makamkan, karena ibunya tidak sempat memberitahunya. Konfusius berusaha untuk mencari tahu letak makam ayahnya dengan pergi ke Wufu yang berada di luar kota Qufu, samabil membawa peti mati yang berisi jenazah ibunya. Akhirnya ada seorang nenek tua yang ternyata teman ibunya sedang lewat disitu. Kemudian ia mengatakan bahwa ayahnya Konfusisus dimakamkan di lereng Gunung Fangshan yang terletak di sebelah timur Qufu. Akhirnya, Konfusius membawa jenazah ibunya kesana dan memakamkan ibunya satu liang dengan ayahnya dan ia membuat nisan setinggi 4 kaki diatasnya, serta mengadakan upacara kematian untuk orang tuanya. Ia berkabung selama 3 tahun. Setelah masa berkabungnya berakhir, Konfudius segera kembali ke Qufu. Disana ia melanjutkan aktifitas nya sehari-hari dengan mengajar murid-muridnya. Konfusius meyakini bahwa keutamaan itu dekat dengan musik. Dalam pandangannya, musik dapat melunakkan hati yang keras yang keras dan dapat digunakan untuk memperbaiki temperamen sesorang. Tetapi ia kurang mahir dalam memainkan alat musik, maka dari itu ia beljar musik. Pada usia 29 tahun, ia belajar musik kepada Shi Xiang, seorang guru termasyur. Xiang i adalah kelompok pemain musik di istana yang tinggal di negara feodal Jin. Dibawah bimbingan Shi Xiang, ia tidak sekedar belajar untuk bernyanyi dan memainkan alat musik. Gurunya juga mengajarkan makna dari setiap irama musik yang dimainkannya. Dia adalah murid yang cerdas, tidak mengherankan jika Konfusius pun mengalami kemajuan pesat dalam bermusik. Pada usia 30 tahun, ia dan dua orang muridnya; Nan-Gong Jing Shu dan Meng Yi Zi kedua putera bangsawan besar keluarga Meng yakni Meng-xi Zi, berkunjung ke ibukota Negeri Chou, disana ia bertemu dengan penjaga perpustakaan kerajaan bernama Lao Dan dan guru musik bernama Chang Hong Pada usia 35 tahun, ia pergi ke negeri Qi karena negeri Lu terjadi kekalutan dan Raja muda Lu Zhao Gong lari ke negeri Qi. Waktu itu negeri Qi diperintah oleh Raja Muda Qi Jing Gong dengan Perdana Menterinya Yang Ying atau Yang Ping Zhong yang terkenal pandai. Pada usia 36 tahun, ia kembali ke negeri Lu dan meneruskan mendidik murid-muridnya Masa tua. Pada 501 SM, Konfusius menjalankan kehidupan public di pemerintah. Ia diangkat sebagai hakim dan pemimpin kota Zhong du terletak di 90 li dari ibukota Lu[8]. Pada saat itu , Konfusius berusia 50 tahun banyak melakukan pembaharuan terhadap daerah tersebut. Atas keberhasilannya memimpin Zhong du, Konfusius dipercaya menjabat sebagai Walikota Zhong Dou dan Menteri Pekerjaan Umum. Jabatan yang tertinggi dan terakhir adalah sebagai Perdana Menteri merangkap sebagai Menteri Kehakiman Da Si Kou. Pada hari upacara persembahan kurban, ia melihat bahwa upacara itu dilaksanakan secara asal-asalan dan tanpa keantusiasan, ia merasa sangat kecewa. Konfusius pun meninggalkan negeri Lu dan mulai pengembaraannya ke berbagai negeri sebagai Tian Zhi Mu Do Genta Rohani Tuhan. Tian Tuhan Yang Maha Esa telah mengutusnya sebagai Nabi Segala Masa, Yang Lengkap, Besar dan Sempurna Ji Da Cheng. Ia mengembara lebih kurang 13 tahun[7]. Setelah meninggalkan Lu, Konfusius pergi ke Wei, sebuah negara kecil yang terletak di sebelah barat Lu. Ketika sampai di ibukota Wei, Konfusius telah berusia 56 tahun. Selama disana, ia dan para muridnya tinggal di rumah seorang pejabat yang bernama Yen Chau Yu. Disitu mereka tinggal selama 10 bulan. Pada usia 69 tahun, ia telah mampu melakukan apa yang diinginkannya tanpa melanggar prinsip-prinsip moral. Szema menyatakan bahwa Konfusius menulis buku Su-Ching; memperdalam dan memperluas makna ritual dengan nilai-nilai kebijaksanaan manusia utama dan raja-raja yang berasal dari generasi sebelumnya, mengumpulkan dan meredaksi puisi-puisi kuno, serta melakukan pembaharuan musik-musik yang dijadikan pengiring upacara ritual. Selain itu, ia juga mencurahkan perhatiannya untuk mempelajari kitab Yi-Ching. Tentang hal ini ia berkata, "jika umurku dapat bertambah beberapa tahun saja, aku memberikan waktuku selama 50 tahun untuk mempelajari kitab Yi-Ching, sehingga kemudian hari, aku akan datang kembali tanpa ada kesalahan besar yang aku perbuat". Pada tahun 483 SM, putranya yang bernama Li Bo Yu meninggal dunia. Pada tahun 482 SM, Yan Hui yang merupakan murid termaju dan diharapkan menjadi penerusnya akhirnya meninggal dunia. Tahun 481 SM salah seorang pegawai Keluarga Besar Ji Kang Zi telah membunuh Qi Lin dalam perburuan Raja Muda Lu Ai Gong. Akhir tahun 480 SM Zi Lu atau Zhong Yu murid yang gagah berani penuh kejujuran gugur di Negeri Wei karena di sana terjadi pemberontakan. Di akhir hidupnya, Konfusius menulis buku tentang peristiwa-peristiwa sejarah yang terjadi di masa Ch'un Chi'u musim semi dan musim gugur. Didalam bukunya tersebut dengan berani ia mengkritik kebijakan para pemimpin Lu daan menampilkan segala peristiwa yang terjadi di Lu secara apa adanya. Akhir hayat Tanggal 18 Erl Yue bulan dua yaitu pada tahun 497 SM, akhirnya Konfusisus wafat. Terbebani oleh hilangnya kedua anaknya dan murid faforitnya, ia meninggal pada usia 73 tahun. Dia meninggal karena sebab alamiah. Konfusius dimakamkan di Kong Lin pemakaman yang terletak di Qufu di provinsi Shandong. Kemudian ajarannya dilanjutkan oleh murid-muridnya seperti Hsien Tzu damn Meng Tlu. Para Raja Muda yang memerintah selama masa hidupn Konfusisus ialah Lu Xiang Gong, Lu Zhao Gong, Lu Ding Gong dan terakhir Lu Ai Gong[9] Daftar pustaka Asril. Sejarah Cina Pra Sejarah-Kontemporer. Michael 1978. Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah. Jakarta pusat PT Dunia Pustaka Jaya Strathern, Paul. 2001. 90 menit bersama Confucius. Jakarta Erlangga Creel. Confucius And Chinese Way Harper Dan Row, 1975 Biografi Modern Dari Barat Yang Terbaik. Biografi konfusius diakses pada 31 mei 2016 [1] Asril. Sejarah Cina Pra 19 [2] Michael 1978. Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah. Jakarta pusat PT Dunia Pustaka Jaya. h 44 [3] Biografi konfusius diakses pada 31 mei 2016 [4] Asril. Sejarah Cina Pra 22 [5] Biografi konfusius diakses pada 31 mei 2016 [6] Strathern, Paul. 2001. 90 menit bersama Confucius. Jakarta Erlangga [7] Asril. Sejarah Cina Pra 19 [8] Michael 1978. Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah. Jakarta pusat PT Dunia Pustaka Jaya. h 46 [9] Biografi konfusius diakses pada 31 mei 2016

musik istana kuno yang berasal dari cina dan korea disebut